This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Hack dan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hack dan Komputer. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 02, 2010

Pengguna Facebook Dihantui Aksi 'Likejacking'

Perusahaan keamanan jaringan internet Sophos kembali memperingatkan para pengguna Facebook untuk berhati-hati terhadap sebuah kiriman pesan. Kali ini Sophos menamakannya ancaman 'likejacking'.

"Ratusan ribu pengguna Facebook telah menjadi korban aksi yang dinamakan likejacking ini," ujar pihak Sophos dalam keterangan di situs resmi mereka, seperti dikutip melalui Yahoo News, Rabu (2/6/2010).

Dikatakannya, penguna Facebook tersebut sebelumnya menerima sebuah pesan yang cukup menarik sehingga mampu membuat mereka meng-klik link yang diberikan. Salah satu pesan tersebut bertuliskan 'This man takes a picture of himself everyday for 8 years!!'.

Menurut Sophos, saat link tersebut diklik maka pengguna Facebook hanya akan melihat halaman kosong dengan tulisan 'click here to continue'. Saat notifikasi itu di-klik, sebuah pesan akan muncul di wall Facebook korban dengan menghadirkan notasi 'Like' dan sebuah pesan rekomendasi yang akan dikirimkan ke seluruh teman di jaringan Facebook korban. Hal inilah yang kemudian menginspirasi Sophos untuk menamakan scam tersebut sebagai 'likejacking'.

"Pesan ini sudah pasti akan ditampilkan di wall teman anda, atas nama anda tentunya. Ketika teman Facebook anda percaya bahwa pesan tersebut berasal dari anda maka mereka akan meng-klik pesan tersebut dan melakukan hal yang sama dengan anda. Saat itulah pesan tersebut tersebar," ujar pihak Sophos.

Sebelumnya, Sophos juga pernah menemukan beberapa pesan scam yang beredar di Facebook, seperti virus untuk menginstalasi adware secara otomatis, atau postingan palsu dengan iming-iming video seksi. (okezone.com)

Minggu, Mei 30, 2010

Tips Aman Lindungi Akun YM & Facebook dari Pembajakan

Artis Jajang C Noer kecolongan. Akun Yahoo Messenger (YM) dan Facebook miliknya dibobol oleh orang tak dikenal. Tidak hanya itu, sejumlah rekan Jajang sempat dimintai uang oleh sang pelaku. Bagaimana cara menghindarinya?

Menurut analis antivirus dan keamanan komputer dari PT Vaksincom, Alfons Tanujaya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan soal pengamanan akun milik pribadi. Terutama terkait kepemilikan kata sandi atau password.

"Kalau saya lihat kemungkinan Mbak Jajang passwordnya one far all. Ini yang perlu diperhatikan, nanti kalau dapat password yahoo, dapat semua. Poin pertama, hindari menggunakan password yang sama untuk account berbeda," jelas Alfons saat berbincang dengan detikcom.

Alfons menambahkan, jika pengguna akun kesulitan untuk mengingat kata sandi, maka diperlukan sebuah aplikasi khusus sebagai pengingatnya. Ada program password reminder yang bisa diunduh gratis dari Windows sebabai alternatif solusi masalah ini.

"Kita hanya perlu tahu password reminder itu. Nanti tinggal di copy-paste saja misalnya untuk yahoo, twitter, mail server, hotspot, internet banking dan lain-lain," tambahnya.

Tidak hanya itu, Alfons juga mengingatkan agar masyarakat membuat sebuah akun email dengan domain sendiri. Menurut dia, akun email gratis seperti Yahoo, Gmail dan lainnya cukup beresiko mengalami pembajakan.

"Selain itu, gantilah password secara berkala dan dengan baik dan benar. Jangan cuman berkala, tapi perhatikan keadaan sekeliling juga saat mengganti password atau nomor pin," tutupnya.

Sebelumnya, artis Jajang C Noor, istri almarhum Chrisye, Damayanti Noor dibajak akun YM-nya. Modus yang digunakan sang pelaku adalah berpura-pura sebagai pemilik akun dan meminta uang kepada sejumlah rekan di akun tersebut. Pelaku mengaku kesulitan uang dan meminta ditransfer segera. (detik.com)

Kamis, Mei 27, 2010

Bagaimana Akun YM Bisa Dibajak?

Kasus penipuan ang menimpa Butet Kertaredjasa lantaran terkecoh oleh akun Yahoo Messenger (YM) milik Jajang C Noer yang telah dibajak kian membuka mata kita, betapa bahayanya ancaman yang lalu lalang di layanan pesan instan ini.

Lalu pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana sebenarnya akun YM bisa menjadi korban pembajakan? Menurut analis virus dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, kemungkinan ada 3 cara untuk melakukannya.

Pertama adalah dengan menggunakan keylogger. Ini adalah program komputer untuk merekam aktivitas keyboard. Warnet menjadi tempat yang paling rentan untuk dipasangi keylogger.

"Jadi hindari untuk mengakses situs yang membeberkan informasi pribadi ketika di warnet. Seperti akun kartu kredit, e-banking, dan lainnya," ujar Alfons, kepada detikINET, Rabu (27/5/2010).

Kedua adalah adanya campur tangan virus. Menghindari warnet dan sehari-hari bermain di komputer pribadi juga tidak menjadi 100% aman. Virus yang beredar di YM, kata Alfons, jenisnya trojan dan menyelinap di belakang akun YM pengguna.

"Trojan ini selanjutnya akan diam-diam merekam informasi pribadi yang didapatnya dari akun YM tersebut, mulai dari username hingga password. Nah, kemudian ia akan mengirimkan informasi tersebut kepada 'tuannya'. Sesederhana itu," papar Alfons.

Ketiga atau yang memiliki dampak begitu besar adalah lantaran phishing. Aksi ini bisa saja bermula dari akun YM yang terinfeksi virus, kemudian virus ini akan secara otomatis mengirimkan link 'aneh' ke semua kontak yang ada di akunnya.

Bagi yang penasaran dan mengklik link tersebut, dia lalu akan diarahkan ke sebuah situs antah-berantah. Di situs ini, si pengguna tadi alias calon korban bakal menemui suatu halaman konfirmasi untuk memasukkan username dan password akun Yahoo-nya.

"Misalkan, link yang dikirimkan itu untuk melihat sebuah foto. Dan untuk melihat foto tersebut, dia dikatakan harus login di akun Yahoo dulu. Padahal itu adalah situs palsu dan password dan username Anda sudah direkam," jelas Alfons.

Nah, jika sudah begini, selanjutnya tinggal tergantung si penjahat cyber. Mau diapakan informasi pribadi tersebut, mau digunakan untuk melakukan aksi penipuan atau yang lainnya. Hanya saja yang pasti, akun si korban sudah ditangannya.(detik.com)

Setelah YM, Penipuan Cyber Melebar ke Facebook

Geliat virus dan pembajakan akun di Yahoo Messenger sejatinya bukanlah hal baru. Namun tetap saja masih ada pengguna yang menjadi korban. Aksi penjahat cyber tak lantas berhenti sampai di situ, sasaran selanjutnya adalah Facebook.

Menurut Alfons Tanujaya, analis virus dari Vaksincom, virus yang coba menyusup di Facebook kini terus berkembang. Vaksincom mendeteksi hingga saat ini sudah ada tiga varian virus yang wara-wiri di situs besutan Mark Zuckerberg itu.

Virus ini biasanya menyusup dari aplikasi-aplikasi yang terdapat di Facebook. "Namun Facebook untungnya cukup tanggap, mereka sudah bisa memblokir aplikasi yang dianggap mencurigakan," ujarnya kepada detikINET, Rabu (27/5/2010).

Dua varian virus yang pertama, kata Alfons, masih hanya beraksi di komputer dengan sistem operasi Windows. Tapi kini varian yang teranyar mampu menyebar di multi platform.

"Secara resmi, varian virus yang ketiga ini belum dikasih nama," imbuhnya.

Sementara pembaca detikINET ada yang melaporkan mengenai aktivitas penipuan di Facebook. Modus yang dilakukan sama halnya penipuan yang membajak akun YM. Mengaku-ngaku sebagai si pemilik akun, tapi ujung-ujungnya ingin 'meminta sumbangan' alias meminjam uang.

"Jadi kalau ada teman chatting di Facebook meminta pinjaman berhati-hatilah karena bisa jadi akun Facebook teman Anda tersebut sudah dibajak. Modusnya sama dengan alasan di rumah sakit dan atm-nya patah atau tertelan," jelasnya. (detik.com)

Selasa, Mei 11, 2010

Inilah Cara Scammer Curi Data Profile Pengguna Facebook

Trik ini ditulis sebagai pengetahuan mengenai keamanan data pada website social networking seperti facebook, bukan untuk di praktekan. Jika ada seorang scammer atau penipu.. inilah tindakan yang biasa mereka lakukan untuk mencuri identitas profile para pengguna facebook:

Langkah 1: mencari korban dengan kirim permintan menjadi teman (friend request) ke beberapa profile orang di myspace atau friendster secara acak, beberapa dari mereka pasti menerima permintaan tersebut. Kemudian kumpulkan semua data teman-teman mereka

Langkah 2: buka facebook dan cari teman-teman mereka itu, jika menemukan profile mereka, coba kirim permintaan menjadi teman (friend request) di facebook. Tunggu mereka menerima permintaan tersebut.

Langkah 3: jika mereka telah menerima permintaan tersebut, bandingkan data teman-teman mereka di MySpace dan di facebook, buat daftar mereka yang terdaftar di MySpace tetapi tidak terdaftar di facebook. Ambil foto-foto mereka beserta data profile nya dan buat profile palsu yang meyakinkan di facebook, nah sekarang kirim permintaan menjadi teman (friend request) ke korban di facebook.

Sebagai bonus, orang-orang lain yang adalah teman korban akan melihat profile palsu tersebut dan akan coba menghubungi profile palsu ini, tentu jika mereka mengirim permintaan menjadi teman harus di terima.. semua ini terjadi karena faktanya facebook mengsugestikan bahwa profile palsu ini adalah teman dari teman mereka

Langkah 4: nah sekarang scammer bisa mulai beraksi.. bagaimana caranya? karena scammer sudah menjadi teman mereka dan mereka sudah percaya itu. Mulailah memperdayai mereka dengan bertanya.. hanya cuma teman yang berani bertanya hal-hal tertentu.. misalnya: “hai pinjam duit donk.. lagi butuh nih gue” atau yang lainnya bisa dimulai dengan basa basi dulu.

Banyak hal yang bisa terjadi dengan percakapan ini.. dan bisa berlanjut ke dunia nyata sehari-hari, kemudian scammer bisa mencuri uang dari korban dan modus lain-lain. Teknik ini disebut hijacking existing social networking accounts. Ada banyak kasus yang sudah terjadi dan memakan banyak korban.

Jadi website social networking memang sangat menyenangkan, membuat anda terhubung dan menemukan banyak teman maupun orang lain di seluruh dunia.. namun waspadalah karena ada banyak penjahat cyber di luar sana yang siap mencuri identitas profile anda.

Pengguna Facebook semakin lalai terhadap data pribadinya. Hal ini membuat para pencuri identitas dan penipu dunia maya memanfaatkan celah ini demi kejahatan.

Firma keamanan IT Sophos telah mengumumkan penyelidikan terbarunya tentang bagaimana mudahnya mencuri identitas via Facebook dan menemukan bahwa pengguna Facebook semakin lalai pada tahun 2009.

"Kami mengasumsikan segalanya akan lebih baik pada 2009 tapi ternyata situasinya menjadi lebih buruk. Ini benar sebuah peringatan," ujar Kepala Teknologi Sophos Asia Pasifik di Sydney Paul Ducklin.

Ducklin yang memimpin tim penyelidikan tentang Facebook mengungkapkan bahwa tim mereka membuat dua user kayalan yang menggambarkan 'false identity' dan 'stolen identity'.

Daisy Felettin (21) direpresentasikan oleh gambar sebuah mainan karet bebek seharga US$2 (Rp19ribu), dan Dinette Stonily (56) berupa gambar dua kucing berbaring di permadani. Masing-masing akun tersebut mengirim permintaan teman kepada 100 orang yang dipilih secara acak dalam rentang grup usia tertentu.

Dalam jangka waktu dua pekan, total 95 orang yang belum dikenal memilih untuk menjadi teman dari Daisy dan Dinette. Sebuah tingkat respon yang lebih tinggi dari eksperimen pertama dua tahun lalu dengan tampilan gambar kodok plastik.

Lebih buruknya, Ducklin mengatakan pada studi terbarunya delapan Facebookers menjadi teman Dinette tanpa perlu repot meminta pertemanan.

Ducklin mengataka 89% dari 20 pengguna Facebook dan 57% dari 50 orang lainnya yang menjadi teman Daisy dan Dinette juga memberikan informasi tanggal lahir mereka yang sebenarnya.

"Meskipun hanya ada data tentang tanggal dan tahun lahir, namun seringkali mudah untuk mengkalkulasi atau menerka yang lainya dari informasi yang tersedia," katanya, sambil menambahkan yang lebih parahnya lagi separuh dari 20 orang dan sepertiga dari 50 orang memberikan informasi tentang teman dan keluarga mereka.

Sophos menyaranka pengguna situs jejaring sosial agar berpikir ulang lebih ketat sebelum menerima orang lain menjadi teman.

"Kami tidak berusaha menjadi pembunuh kesenangan," jelas Ducklin. "Kami hanya ingin Anda bisa membatasi tentang pilihan yang bisa dipercaya di dunia online."

Konsultan Teknologi Senior Sophos Graham Cluley mengungkapkan bahwa 10 tahun lalu perlu beberapa pekan untuk para penipu dan pencuri identitas untuk mendapatkan informasi seseorang.

"Jejaring sosial membuat lebih mudah bagi orang jahat untuk meraup informasi anggota publik yang tidak bersalah. Setiap orang harus belajar lebih hati-hati terhadap apa yang mereka bagi di informasi online, atau berisiko menjadi korban bagi pencuri identitas."

Sophos memberikan sejumlah tips kepada pengguna yang ingin melindungi diri mereka dari pencuri identitas di Facebook:

Jangan terburu-buru menerima pertemanan. Perlakukan teman sebagaimana aturan baku hanya orang yang dikenal, suka dan percaya. Seorang teman bukanlah sebuah tombol yang hanya Anda klik.

Pelajari dengan baik sistem privasi di setiap situs jejaring sosial di mana bergabung. Gunakan pengaturan yang ketat menurut petunjuk dasar. Anda dapat membuka diri kepada teman yang benar pada saatnya. Jangan berikan terlalu banyak terlalu cepat.

Asumsikan apapun yang Anda ungkapkan di situs jejaring sosial akan bisa dilihat di internet selamanya. Sekali dapat dicari dan diindeks dan disimpan maka akan terus online apapun langkah yang Anda lakukan untuk menghapusnya.

"Periode bulan madu dengan situs jejaring sosial seharusnya sudah berakhir saat ini, tetapi masih banyak pengguna yang tidak peduli dengan perilaku mereka terhadap personal data mereka sendiri," tambah Ducklin. (suaramedia.com)

Bahaya, Jangan Reset Password Facebook Anda!

JAKARTA - Di mana ada gula, di situ ada semut. Pepatah lama ini terbukti berlaku sampai hari ini.

Perkembangan jejaring sosial seperti Facebook yang sangat luar biasa membuat ‘semut-semut jahat’ bermunculan sejak pertengahan tahun 2009.

Bredolab atau Pendex, Koobface, dan virus-virus lain silih berganti menyerang pengguna jejaring sosial tersebut. Kini ada yang baru, W32/Oficla.FA yang mirip dengan Bredolab atau Pendex.

Kabar buruknya, walau varian awal sudah terdeteksi oleh antivirus di akhir 2009, virus ini punya kemampuan mengupdate dirinya setiap dideteksi oleh antivirus. Dan setiap kali menginfeksi ia akan mendownload virus baru di situs yang telah disiapkan.

“Banyak fitur yang memudahkan pengguna, salah satu yang umum yaitu ‘Forgot your password?’ yang sangat bermanfaat bagi pengguna yang kehilangan atau lupa password akun mereka,” kata Adi Saputra, pakar keamanan dari Vaksincom, pada katerangannya, 3 Mei 2010.

“Fitur ini disalahgunakan oleh pembuat virus Oficla dengan mengirimkan email tetapi berisi attachment berformat Zip ukuran 48KB untuk me-reset password,” kata Adi. “Jika seperti itu, maka anda harap berhati-hati karena bisa jadi anda telah menjadi sasaran serangan virus Facebook,” ucapnya.

Jika Anda menerima virus ini, kata Adi, bukan cuma scam (email bohong) yang Anda terima, tetapi email mengandung virus yang akan menginstalasikan program jahat dengan isi yang direkayasa sedemikian rupa sehingga sangat meyakinkan.

Adi menyebutkan, akibat yang ditimbulkan virus ini sangat merepotkan. “Bukan hanya password Facebook Anda yang bisa hilang, tetapi dengan menjalankan virus ini, Anda sudah memberikan akses pada semua kredensial (username dan password) di komputer Anda,” kata Adi.

Data kartu kredit dan data keuangan lain yang pernah atau akan Anda gunakan untuk transaksi online, akan jadi milik si pembuat virus.

“Karena itu, salah satu cara yang terbaik untuk terhindar dari virus ini adalah jangan mudah mempercayai apa yang datang di email karena semuanya bisa dipalsukan,” kata Adi. “Jangankan pesan, gambar atau background yang bisa dibuat semirip mungkin dengan situs Facebook, pengirim (from) juga dapat dipalsukan seakan-akan dari administrator Facebook,” ucapnya.

Anda yang menerima email seperti ini, sebaiknya langsung hapus saja untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Bagi yang sudah terlanjur mengklik attachment pada email dari ‘Facebook’ tersebut, salah satu cara pembersihan virus tersebut ada di sini.

Ada baiknya jika Anda terus menerus melakukan update terhadap program antivirus yang Anda miliki. (suaramedia.com)

Toolkit, Cara Mudah Membuat Malware Dengan Banyak Varian

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Seiring dengan makin meningkatnya serangan malicious dan malware, membuat teknik-teknik baru kini semakin banyak digunakan. Apalagi saat ini serangan ditujukan untuk mengeruk keuntungan.

Dijelaskan Albert Lay, salah satu konsultan di Symantec Indonesia, jika dulu hacking dilakukan hanya untuk kepentingan kesenangan semata.

Maka saat ini, arah hacking dilakukan untuk kepentingan dalam mencari uang.

"Dulu hacking dilakukan atas nama kebanggaan, dimana jika mereka sudah berhasil mengubah tampilan situs tertentu, bangganya bukan main. Tapi kini, faktor uang menjadi tujuanya"paparnya.

Mereka mencuri data, seperti pasword dan login untuk dijual ke seseorang tertentu," jelas Albert, saat melakukan diskusi dengan sejumlah media, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

Dijualnya sejumlah data dan pasword tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan yang dinamai toolkit.

Sehingga mempermudah para penyerang yang tidak mempunyai keahliaan untuk mengambil alih komputer dan mencuri informasi.

Salah satu toolkit yang bernama Zeus, bisa dibeli dengan hanya USD700 saja.

"Dengan toolkit tersebut, penyerang dengan sangat mudah membuat proses malware secara otomatis dengan jumlah varian yang sangat banyak, malahan terkadang bisa menghindari deteksi software keamanan," tambahnya.

Hasil kesimpulan tersebut berdasarkan dari laporan rutin perusahaan antivirus Symantec yang bertajuk 'Internet Security Threat Report' yang ke-15.

Dari hasil penelitian tersebut, kode malicious terus melakukan sejumlah serangan ke negara berkembang, yang tingkat pertumbuhan pengguna internet broadbandnya baru saja melaju.

"Mereka mengincar pengguna internet awam, yang tidak paham dan suka gampang mengunduh sesuatu yang bisa saja menipu dan menyisipkan program jahat," tandas Albert. (suaramedia.com)

Sabtu, Mei 01, 2010

Predator Online dan Kiat Menangkalnya

Jakarta - Predator online adalah seseorang yang berlagak ramah dan berusaha menjadi teman para pengguna internet anak-anak dan remaja. Namun sifat ramahnya itu menyimpan misi berbahaya, yakni demi memuaskan hasrat seksual mereka.

Para pelaku kejahatan ini biasanya beroperasi di chat room atau situs jejaring sosial macam Facebook dan MySpace. Modus yang mereka gunakan biasanya pertama kali adalah untuk meraih kepercayaan dari calon korbannya.

Segala hal mereka lakukan, mulai dari berbohong mengenai asal usulnya hingga berperilaku baik. Misalnya, pelaku sudah berumur 30 tahun, namun saat berkenalan di chat room ia mengaku sebagai remaja ABG berumur 17 tahun. Kebohongannya itu bahkan dipertegas dengan foto di accountnya yang memajang foto remaja 17 tahun yang tampan.

Nah, hal inilah yang kadang kurang diwaspadai calon korban. Mereka sudah terlebih dulu terlena dengan sosok palsu si predator tersebut yang digambarkan dengan sosok yang tampan dan keren, layaknya impian para remaja wanita.

Namun awas, ketika korban sudah termakan bujuk rayu sang predator, maka langkah selanjutnya adalah ia akan dirayu untuk memuaskan hasrat seksual pelaku. Mulai dari diminta untuk mengirimkan foto atau berpose tak senonoh via webcam hingga diajak untuk kopi darat untuk melakukan hubungan intim.

Ya, begitulah tindak tanduk kotor dari sang predator. Dengan memanfaatkan kelengahan korban, ia bisa menyebabkan berbagai hal mengenaskan.

Untuk itu diperlukan perhatian orangtua menanggapi hal ini. Berikut adalah kiat bagi para orangtua dalam menjaga buah hatinya dari predator online yang dikutip detikINET dari Internet Safety, Kamis (1/4/2010):

1. Bicaralah dengan anak Anda tentang geliat predator online ini. Beri pengertian anak mengenai ancaman yang ditebarnya. Sebab bisa saja, anak Anda tengah atau pernah menjadi target sang predator.

2. Bekali anak Anda cara menghadapi rayuan dari predator online. Tegaskan kepada anak untuk tidak takut untuk menendang alias memblok pengguna internet yang membuat mereka tidak nyaman.

3. Tempatkanlah komputer di lokasi yang ramai lalu lalang orang di rumah, jangan di tempat yang sepi. Buat kondisi agar pengguna rumah dapat mengawasi kegiatan online anak.

4. Hindari chat room. Memang tidak semua ajang ngobrol di chat room berisi hal-hal tidak baik. Namun bagi anak-anak rasanya kurang cocok. Jika Anda masih tetap ingin membiarkan anak-anak gabung ke chat room, pastikan bahwa forum interaksi dunia maya yang diikuti sang buah hati sudah dimoderasi.

5. Hati-hati dengan informasi di account Facebook dan MySpace. Pastikan bahwa profil atau halaman situs jejaring sosial anak Anda dalam kontrol sistem keamanan tinggi. Sebaiknya jangan memposting info diri dengan terlalu detail di account tersebut. Sebab, data pribadi itu bisa diakses oleh siapapun dan dapat pula dimanfaatkan untuk hal-hal tidak baik.

Sumber : detik.com

11 Kelemahan yang Kerap Tidak Disadari Admin Jaringan

Jakarta - Ancaman pembobolan ke dalam sistem jaringan tak hanya bersumber dari para peretas, orang dalam alias staf perusahaan itu sendiri pun bisa melakukannya.

Tentu saja hal ini membutuhkan suatu kesigapan dari seorang admin untuk menjaga sistem keamanan jaringan perusahaan agar tidak dijebol.

Berikut 11 hal yang menurut penulis dapat menjadi perhatian khusus bagi para admin agar kehandalan sistem keamanan jaringan perusahaan di mana Anda bekerja tetap terjaga:
  1. Mudah tertipu dan terlalu percaya kepada pengguna/user Anda, terutama para staf wanita atau sahabat yang meminta pertolongan.
  2. Gedung dan pintu akses masuk/keluar yang tidak aman.
  3. Dokumen-dokumen dan disk atau peripheral komputer yang belum dihancurkan atau tidak hancur pada saat sudah dibuang ke tempat sampah dapat dibaca oleh pihak lain.
  4. Password yang lemah atau bahkan sistem jaringan tidak menggunakan password sama sekali.
  5. Pertahanan jaringan yang kurang kuat karena mungkin tidak ada firewall dan sebagainya.
  6. Akses kontrol yang lemah, missing file dan beberapa akses yang tidak seharusnya diberikan kepada user yang tidak perlu.
  7. Sistem yang tidak dilakukan patch.
  8. Otentikasi dan information disclosure aplikasi web tidak dilakukan sembarangan.
  9. Sistem wireless berjalan dengan setting default dan tanpa WEP, WPA atau WPA2, sangat riskan dan mudah untuk dijebol.
  10. SNMP melakukan enable jaringan host dalam keadaan default atau hanya menggunakan mode guest untuk komunitasnya sehingga sangat mudah untuk dijebol.
  11. Menggunakan firewall, router, remote access dan peralatan dial up dalam keadaan default atau password guest atau menggunakan password yang terlalu mudah, karena ini sebagai jalan masuk hacker ke dalam sistem.

Di bawah ini beberapa port yang sangat sering dilakukan penetrasi (hacking) oleh para peretas dan staf yang nakal untuk mencoba-coba menjebol sistem keamanan jaringan:
  • TCP port 20 dan 21 FTP (File Transfer Protocol)
  • TCP port 23 Telnet (Terminal Emulation)
  • TCP port 25 SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
  • TCP dan UDP port 53 DNS (Domain Name System)
  • TCP port 80 dan 443 HTTP dan HTTPs (Hypertext Transfer Protocol)
  • TCP port 110 POP3 (Post Office Protocol version 3)
  • TCP dan UDP port 135 RPC
  • TCP dan UDP port 137 – 139 NetBIOS over TCP/IP
  • TCP dan UDP port 161 SNMP (Simple Network Management Protocol)

Demikian, semoga beberapa informasi ini dapat dijadikan referensi bagi kalangan admin jaringan untuk lebih peduli dalam mengamankan sistem jaringan dan komputer mereka.

Sumber : detik.com

Jumat, April 30, 2010

Facebook Chat Emoticon

Facebook Chat diperkenalkan pada akhir tahun 2008 dan perusahaan jutaan pengguna mulai menggunakannya. The Wall dan Inbox telah menjadi cara utama untuk berkomunikasi tapi ketika Anda perlu berkomunikasi immedietly, it doesnt bantuan. Facebook Chat mengisi kesenjangan ini.

Facebook chat emoticon cara lain untuk mengekspresikan perasaan Anda dalam chat. Ada banyak Facebook chat emoticon tersembunyi dapat Anda gunakan. Kami telah mengumpulkan daftar lengkap Facebook emoticon. Setiap emoticon dapat disebut dengan menuliskan kode di chatting.

Berikut adalah daftar lengkap emoticon Facebook Chat